Gurusaham.com - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) memutuskan untuk memperpanjang periode pembelian saham kembali (buyback) senilai Rp 4 triliun. Head of Corporate Communication Adaro Febriaty Indira berharap, dengan pelaksanaan buyback saham tersebut dapat meningkatkan kepercayaan investor yang dapat mendukung harga saham.
"Perseroan berharap dengan dilaksanakannya buyback akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan kepercayaan investor sehingga harga saham Perseroan dapat mencerminkan kondisi fundamental perseroan yang sebenarnya," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (18/7/2022).
Merujuk kepada keterbukaan informasi, rencana buyback dilakukan pada 27 September 2021 lalu hingga 26 Desember 2021. Kemudian, perseroan memperpanjang masa buyback pada 24 Desember 2021 hingga 22 Maret 2022.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
"Dengan ini kami informasikan bahwa Perseroan bermaksud untuk melakukan Perpanjangan Kembali selama 3 bulan sejak tanggal Keterbukaan Informasi ini karena akan berakhirnya periode perpanjangan kedua Pembelian Kembali Saham Perseroan pada tanggal 21 Juni 2022," tulisnya.
Sementara, dampak buyback saham perseroan pada periode perpanjangan kembali terhadap pendapatan dan biaya pembiayaan perseroan, pihaknya menegaskan tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja dan pendapatan. Karena saldo laba dan arus kas perseroan yang tersedia saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan dana pelaksanaan aksi korporasi tersebut.
Tidak ada dampak yang material yang merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.
[CNBC]
KOMENTAR