Gurusaham.com - Pelaku pasar mencermati kebijakan pemerintah memperpanjang PPKM Level 4 disertai dengan sejumlah pelonggaran yang ditengarai menjadi sentimen negatif bagi bursa saham.
Akhir pekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebesar 0,58% ke level 6.101,69 poin pada Jumat (23/7/2021) dengan nilai transaksi Rp 12,19 triliun. Pelaku pasar asing tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 117,22 miliar.
Pengamat pasar saham MNC Asset Management, Edwin Sebayang memaparkan, awal pekan ini, terdapat sejumlah penghalang bagi IHSG untuk rebound, antara lain, kebijakan PPKM Level 4 yang diperpanjang sampai dengan 2 Agustus.
Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) kembali menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021.
Kali ini, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2021 akan berada di kisaran 3,5%-4,3% dari sebelumnya diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 berada di level 4,1% - 5,1%.
Penurunan proyeksi PDB dari lembaga internasional maupun domestik tersebut, akan berdampak kepada pencapain pendapatan dan laba bersih emiten dan pada gilirannya berpengaruh kepada target IHSG akhir tahun 2021 yang diperkirakan berada pada level 6.350-6.400.
"Hari ini IHSG diperkirakan bergerak pada rentang 6.061 - 6.153," kata Edwin Sebayang, Senin (26/7/2021).
Sementara itu, NH Korindo Sekuritas mencermati IHSG masih mampu melanjutkan penguatan dengan kenaikan 0,48% sepanjang pekan lalu ditopang oleh net buy asing senilai Rp 1,1 triliun.
Selain itu, investor akan menanti perkembangan kebijakan moneter dari hasil rapat the Federal Reserve, bank sentral AS, pekan ini.
"Memasuki pekan baru, IHSG berpeluang untuk menguat dengan rentang pergerakan 6.000 - 6.226," tulis NH Korindo.
Data BEI mencatat, pada awal perdagangan pagi ini, Senin (26/7), pukul 09.06 WIB, IHSG naik 0,24% di 6.116. Sebanyak 209 saham naik, 124 saham turun dan 184 saham stagnan. Pagi ini asing keluar Rp 19 miliar di pasar reguler, kendati sebulan terakhir asing masuk Rp 1,8 triliun.
[CNBC]
KOMENTAR